Karena penembak jitu modern tingkat regu (designated marksman) mengisi jeda antara infanteri biasa dengan penembak runduk, senapan penembak jitu juga dirancang sebagai penengah. Senapan penembak jitu harus memiliki jangkauan yang lebih jauh dari senapan serbu (sekitar 500 meter), tapi tidak perlu sampai jangkauan tingkat senapan runduk (lebih dari 1000 meter).
- Bidikan
teleskopik
- Peluru
yang lebih besar
- Kemampuan
menembak semi-otomatis
- Kapasitas magasin besar, 10 sampai 30 butir peluru
Adalah pasukan khusus AS
Delta Force dan SAS Inggris yang dipercaya menggunakan M82A1 di Irak pada 1990.
Tugas mereka sangat spesifik, yaitu disusupkan ke padang gurun Irak menggunakan
helikopter untuk kemudian memburu rudal Scud (Scud hunting). Ketangguhan
tembakan tunggal jarak jauh .50 lah yang jadi peneguh hati USSOCOM hingga
akhirnya merestui mini perburuan ini. Ketika akhirnya AS kembali menginvasi
Irak dan Afghanistan, M82A1 kembali menjadi primadona. Satuan-satuan khusus
dibekali senapan sniper berat untuk melumpuhkan target-target penting dan
berbahaya dari jarak jauh tanpa musuh sempat menyadari atau membalas. Melihat
sejarah kelahirannya, .50 memang awalnya disulap dari senapan antimaterial
(antitank) kaliber besar antara 14,5mm hingga 20mm. Jerman yang seperti sudah
ditakdirkan sebagai negara pelopor dalam teknologi kemiliteran kembali menjadi
rujukan awal.PGM UR HECATE II
Walau kurang nyaring
terdengar tapi untuk urusan sniper kelas berat Kroasia sudah punya andil.
Barang aduannya cukup punya nama menyeramkan yaitu Anti Material Sniper Rifle
RT-20 dari kodenya saja sudah bisa di tebak kalau senjata ini membopong peluru
kaliber 20 mm. Keunikan sejata ini terletak pada posisi penembak beraksi selain
popor di tahan di bahu, ada pula bagian body senjata yang musti di panggul.
RT-20 ikut beraksi dalam perang saudara di Yugoslavia pada era 90-anMSG-90
Kaliber : .308 / 7,62 mm (.243 win)
Laras : 610 mm
Berat : 4,72 kg
Sistem : Gas operated, Rotating bolt, semi-auto
Akurasi : 1” groups at 100 yard (93m) dengan ketepatan (1moa)
Pengguna : Den 88 AT Polri







0 comments:
Post a Comment